Minggu, 01 April 2012

TUGAS 3 & 4 TEORI ORGANISASI UMUM 2


PERILAKU KONSUMEN

Pengertian Konsumen

Konsumen adalah setiap orang pengkonsumsi barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperjual – belikan kembali. Apabila tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka orang tersebut disebut pengecer atau distributor

Perilaku Konsumen

adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal – hal diatas atau kegiatan mengevaluasi.

Secara sederhana, studi perilaku konsumen meliputi hal berikut:

Why : Mengapa ingin mengkonsumsi barang/jasa tersebut?

What : Berupa apa barang/jasa tersebut?

Where : Dimana bisa mendapatkan barang/jasa tersebut?

Who : Siapa yang berusaha untuk mendapatkan barang/jasa tersebut?

When : Kapan bisa mendapatkan barang/jasa tersebut?

How : Bagaimana barang/jasa tersebut didapatkan?


• Pendekatan Prilaku Konsumen
1. Pendekatan Kardinal
Pendekatan kardinal,kepuasan dapat diukur dgn uang atau satuan hitung lainnya ( Marginal dan total Utility).

2. Pendekatan Ordinal
kepuasan tidak dpt diukur dengan satu satuan satuan(Kurva indefference dan Budget Line)
- Marginal Utility
- Total Utility
- Indifference Curve
- Budget Line

• Konsep Elastisitas
Pengertian Elastisitas, elastisitas,derajat kepekaan jmlh permintaan thdp perubahan salah satu faktor yg mempengaruhi

Macam – macam koefisien Elastisitas:
elastis sempurna,elastis,elastisitas tunggal, inelastis, inelastic sempurna

Jenis Elastisitas:
Permintaan & Penawaran
Jenis – jenis elastisitas permintaan dan penawaran secara umum:
– Elastisitas Harga
– Elastisitas Silang
– Elastisitas Pendapatan

Referensi:

Pengantar Ekonomi,Iskandar putong,Ghalia, Jakarta,2003
Pengantar Ilmu Ekonomi,Pratama Mandala,UI,jakarta,2004
Pengantar Ekonomi, Diktat kuliah Gunadarma, Jakarta,1991

Kamis, 29 Maret 2012

TUGAS 2 TEORI ORGANISASI UMUM 2


Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

1. Pengertian Permintaan dan Penawaran

Pengertian Permintaan,merupakan banyaknya jumlah yg diminta pada berbagai tingkat harga,permintaan dapat dipengaruhi oleh Px,Py,Selera,Jmlh penddk,Tgkt pendapatan, Ekspektasi. Hukum permintaan tidak berlaku untuk semua kondisi al: barang giffen,faktor spekulasi dan barang perstise

Pengertian Penawaran , merupakan banyaknya jumlah barang yg ditawarkan pada berbagai tingkat harga,faktor – faktor yg dapat mempengaruhi,Px,Py, Teknologi,tujuan perusahaan, biaya produksi. Ada beberapa kasus penawaran ; constan cost supply, kurva penawaran yg in elastis sempurna, backward bending supply, decreasing cost supply

2. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran

Hukum Permintaan : “Semakin rendah harga suatu barang, maka makin banyak jumlah barang yang diminta dan sebaliknya semakin tinggi harga suatu barang, maka jumlah yang diminta berkurang”
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

4. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang dan jasa, antara lain :

- Tingkat pendapatan seseorang/masyarakat
- Jumlah penduduk
- Selera penduduk
- Fluktuasi ekonomi
- Harga barang yang di tuju
- Harga barang subsitusi
- Faktor lain (harapan, hubungan sosial, dan politik)

Besar kecilnya permintaan di tentukan oleh tinggi rendahnya harga, tentu saja hal ini akan berlaku bila faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan tidak ada perubahan (tetap) atau disebut ada dalam keadaan ceteris paribus.

Dalam keadaan seperti itu, berlaku perbandingan terbalik antar harga terhadap permintaan dan perbandingan lurus antara harga dengan penawaran seperti apa yang dikatakan Alfred Marshall. Yang menyebutkan bahwa perbandingan terbalik antara harga terhadap permintaan disebut sebagai hukum permintaan.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran terhadap barang dan jasa, antara lain :

- Harga barang yang dituju
- Biaya produksi dan ongkos
- Tujuan produksi
- Teknologi yang digunakan
- Harga barang subsitusi
- Lain hal (factor sosial/politik)

Apabila terdapat perubahan harga barang yang dituju, sedangkan factor-faktor yang mempengaruhi penawaran seperti : biaya produksi dan ongkos, tujuan produksi , teknologi yang digunakan, harga barang subsitusi dan lain-lain hal tidak berubah. Maka penawaran akan ditentukan oleh harga, jadi besar kecilnya jumlah barang/jasa yang ditawarkan tergantung pada tinggi rendahnya harga. Menurut Alfred Marshall perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran disebut sebagai hukum penawaran.

4. Penentuan Harga Keseimbangan

Pengertian Keseimbangan Keseimangan Kesepakatan harga dimana penjual bersedia melepas sejmlh barang dgn harga tt yg bersedia dibayar konsumen

Macam-macam Metode Penentuan Harga

• Pendekatan Permintaan dan Penawaran (supply demand approach).
Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.
• Pendekatan Biaya (cost oriented approach).
Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.
• Pendekatan Pasar (market approach).
Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, sosial budaya, dan lain-lain.

Kamis, 15 Maret 2012

TUGAS 1 TEORI ORGANISASI UMUM 2



RUANG LINGKUP EKONOMI

1. Definisi Ekonomi dan Masalah Pokok

Jawab:
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas untuk mencapai kemakmuran. Ilmu ekonomi merupakan ilmu memilih, karena mempelajari perilaku manusia dalam menentukan pilihannya. Ilmu ekonomi mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan untuk menggunakan sumber-sumber daya yang langka (dengan dan tanpa uang), dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya.

2. Masalah pokok ekonomi dan pengaruh mekanisme harga
*Permasalahan ekonomi terdapat 3hal penting What,how, Who
Masalah Pokok Perekonomian
Masalah kelangkaan
Masalah kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara
(i) kebutuhan masyarakat
(ii) faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat.
Faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Oleh karenanya masyarakat tidak dapat memperoleh dan menikmati semua barang yang mereka butuhkan atau inginkan. Mereka perlu membuat dan menentukan pilihan.
(i) Kebutuhan Masyarakat
Yang dimaksudkan dengan kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa. Sebagian barang dan jasa ini diimport dari luar negeri. Tetapi kebanyakan diproduksikan di dalam negeri. Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan kepada dua bentuk:
• Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli.
• Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli.
(ii) Faktor-faktor produksi
Yang dimaksudkan dengan faktor-faktor produksi adalah benda-benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa.
Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan kepada empat jenis, yaitu:
1. Tanah dan sumber alam, faktor produsi ini disediakan oleh alam. Faktor produksi ini meliputi tanah, barang tambang, hasil hutan dan sumber alam yang dapat dijadikan modal seperti air yang dibendung untuk irigasi atau untuk pembangkit tenaga listrik.
2. Tenaga kerja, faktor produksi ini bukan saja jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi keahlian dan keterampilan. Dari segi keahlian dan pendidikannya tenaga kerja dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: tenaga kerja kasar, tenaga kerja terampil dan tenaga kerja terdidik.
3. Modal, faktor produksi ini merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang dibutuhkan.
4. Keahlian keusahawanan, faktor produksi ini berbentuk keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Kealian keusahawanan meliputi kemahiran mengorganisasi ketiga sumber atau faktor produksi tersebut secara efektif dan efisien sehingga usahanya berhasil dan berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat.


3. Pengertian Sistem Perekonomian
jawab:
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.

Sistem ekonomi,hubungan antara komponen – komponen ekonomi dengan kerangka hukum dan adat yg mengatur bgm komponen melakukan kegiatannya. Sistem ekonomi dpt dibedakan al. kapitalis, sosialis, komunisme
• Bentuk – bentuk Sistem ekonomi:
 Kapitalis
 Sosialis
 komunis
Referensi:
• Pengantar Ekonomi,Iskandar putong,Ghalia, Jakarta,2003
• Pengantar Ilmu Ekonomi,Pratama R,.Mandala M,UI,jakarta,2004
• Pengantar Ekonomi, Diktat kuliah Gunadarma, Jakarta,1991

Senin, 27 September 2010

Telematics dalam B.indonesia


Apa itu Telematik???

Penyebutan telematics dalam bahasa indonesia.


Di dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Telematika. Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis TELEMATIQUE yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilahtelematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION andINFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai {the new hybrid technology} yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilahkonvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.

Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.