Minggu, 01 April 2012

TUGAS 6 & 7 TEORI ORGANISASI UMUM 2

Ongkos Dan Penerimaan

Macam – macam Biaya

Pengertian biaya adalah segala yang berhubungan dengan hasil yang diharapkan di w y d

Macam – macam biaya:

biaya tetap(FC) Ongkos Total Tetap adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi . Contoh: penyusutan, sewa dsb

biaya variabel(VC) Ongkos Variabel Total adalah jumlah ngkos-ongkos yang dibayar besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan . Contoh: ongkos bahan mentah, tenaga kerja dsb

biaya total(TC) Ongkos Total adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variable TC=TFC+TVC.

biaya rata – rata(AC) Average Fixed Cost adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output AFC=TFC/Q, diaman Q=tingkat output

biaya marginal(MC) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total kerena bertambahnya atau berkurangnya satu unit Output.

Ongkos Produksi dapat dibedakan menjadi

1. Ongkos Produksi Jangka Pendek

Dalam ongkos produksi jangka pendek perusahaan sudah mempunyai peralatan-peralatan untuk produksi seperti mesin, gedung dan tanah.

2. Ongkos Produksi Jangka Panjang

Dalam ongkos produksi jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua factor produksi, sehingga tidak ada ongkos tetap dalam jangka panjang. Semua pengeluaran merupakan ongkos variaber.

Penerimaan(Revenue)

Pengertian Penerimaan adalah Segala penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya

Macam – macam reveneu:

Total Reveneu(TR) Yaitu total penerimaan dari hasil penjualan

Average Reveneu(AR) Yaitu rata-rata penerimaan dan per kesatuan produk yang dijual, atau yang dihasilakan,m yang diperole dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barng yang dijual.

Marginal Reveneu(MR) Yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output

Keuntungan Maksimum

Pengertiannya adalah keuntungan penuh dari output yang telah diproduksi sebelumnya

Pendekatan dalam mencari keuntungan maks:

Pendekatan total,mencari selisih antara TR dgn TC yaitu total penerimaan dari hasil penjualan

Pendekatan Rata – rata,P > AC yaitu rata-rata penerimaan dan per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan mebagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.

Pendekatan Marginal,MR = MC yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit Output.

Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR menurun dati kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa:

1. Positif

2. Sama dengan nol;

3. Negatif

Bentuk matematis secara sederhana dapat ditulis:

TR= P x Q

P x Q

AR=TR : Q atau Q=P

Dtr

MR= Dq = TRn – TRn-1

TUGAS 5 TEORI ORGANISASI UMUM 2

Perilaku Produsen

Pengertian Produsen
Produsen adalah orang atau sekelompok badan usaha yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Produsen berhubungan dengan yang namanya produksi. Produksi merupakan kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu barang atau menciptakan barang baru sehingga bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan produksi itu sendiri bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Sementara kemakmuran itu sendiri akan tercapai jika tersedia barang dan jasa yang mencukupi.

Produksi dan fungsi produksi

Produksi adalah menambah kegunaan suatu barang

Fungsi produksi, hubungan teknis antara faktor produksi(C,R,T,L) dgn hasil produksi.
Fungsi produksi merupakan suatu bagian fungsi yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kehiatan-kegiatan apa saja yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi.

Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi dapat berjalan lancar dan hasil produksi pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh masyarakat pemakainya.

Produksi dengan menggunakan:

1 variabel & yg lain tetap

2 variabe,kombinasi 2faktor produksi ditunjukkan dg kurva isocost dan isoquant

Keseimbangan produsen

Terjadi pada saat produsen mengkombinasikan dua faktor produksi dengan memberikan output yang max.

Keseimbangan dicapai dengan prinsip output max. atau minimalisasi biaya

Least Cost Combination(LCC)

Least Cost Combination yaitu menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan.

Penggunaan kombinasi faktor produksi dengan menggunakan biaya yg paling murah

Syarat LCC: MRTS (marginal rate of technical substitution), bila menambah salah satu input maka mengurangi penggunaan input

TUGAS 3 & 4 TEORI ORGANISASI UMUM 2


PERILAKU KONSUMEN

Pengertian Konsumen

Konsumen adalah setiap orang pengkonsumsi barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperjual – belikan kembali. Apabila tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka orang tersebut disebut pengecer atau distributor

Perilaku Konsumen

adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal – hal diatas atau kegiatan mengevaluasi.

Secara sederhana, studi perilaku konsumen meliputi hal berikut:

Why : Mengapa ingin mengkonsumsi barang/jasa tersebut?

What : Berupa apa barang/jasa tersebut?

Where : Dimana bisa mendapatkan barang/jasa tersebut?

Who : Siapa yang berusaha untuk mendapatkan barang/jasa tersebut?

When : Kapan bisa mendapatkan barang/jasa tersebut?

How : Bagaimana barang/jasa tersebut didapatkan?


• Pendekatan Prilaku Konsumen
1. Pendekatan Kardinal
Pendekatan kardinal,kepuasan dapat diukur dgn uang atau satuan hitung lainnya ( Marginal dan total Utility).

2. Pendekatan Ordinal
kepuasan tidak dpt diukur dengan satu satuan satuan(Kurva indefference dan Budget Line)
- Marginal Utility
- Total Utility
- Indifference Curve
- Budget Line

• Konsep Elastisitas
Pengertian Elastisitas, elastisitas,derajat kepekaan jmlh permintaan thdp perubahan salah satu faktor yg mempengaruhi

Macam – macam koefisien Elastisitas:
elastis sempurna,elastis,elastisitas tunggal, inelastis, inelastic sempurna

Jenis Elastisitas:
Permintaan & Penawaran
Jenis – jenis elastisitas permintaan dan penawaran secara umum:
– Elastisitas Harga
– Elastisitas Silang
– Elastisitas Pendapatan

Referensi:

Pengantar Ekonomi,Iskandar putong,Ghalia, Jakarta,2003
Pengantar Ilmu Ekonomi,Pratama Mandala,UI,jakarta,2004
Pengantar Ekonomi, Diktat kuliah Gunadarma, Jakarta,1991

Kamis, 29 Maret 2012

TUGAS 2 TEORI ORGANISASI UMUM 2


Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

1. Pengertian Permintaan dan Penawaran

Pengertian Permintaan,merupakan banyaknya jumlah yg diminta pada berbagai tingkat harga,permintaan dapat dipengaruhi oleh Px,Py,Selera,Jmlh penddk,Tgkt pendapatan, Ekspektasi. Hukum permintaan tidak berlaku untuk semua kondisi al: barang giffen,faktor spekulasi dan barang perstise

Pengertian Penawaran , merupakan banyaknya jumlah barang yg ditawarkan pada berbagai tingkat harga,faktor – faktor yg dapat mempengaruhi,Px,Py, Teknologi,tujuan perusahaan, biaya produksi. Ada beberapa kasus penawaran ; constan cost supply, kurva penawaran yg in elastis sempurna, backward bending supply, decreasing cost supply

2. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran

Hukum Permintaan : “Semakin rendah harga suatu barang, maka makin banyak jumlah barang yang diminta dan sebaliknya semakin tinggi harga suatu barang, maka jumlah yang diminta berkurang”
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

4. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang dan jasa, antara lain :

- Tingkat pendapatan seseorang/masyarakat
- Jumlah penduduk
- Selera penduduk
- Fluktuasi ekonomi
- Harga barang yang di tuju
- Harga barang subsitusi
- Faktor lain (harapan, hubungan sosial, dan politik)

Besar kecilnya permintaan di tentukan oleh tinggi rendahnya harga, tentu saja hal ini akan berlaku bila faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan tidak ada perubahan (tetap) atau disebut ada dalam keadaan ceteris paribus.

Dalam keadaan seperti itu, berlaku perbandingan terbalik antar harga terhadap permintaan dan perbandingan lurus antara harga dengan penawaran seperti apa yang dikatakan Alfred Marshall. Yang menyebutkan bahwa perbandingan terbalik antara harga terhadap permintaan disebut sebagai hukum permintaan.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran terhadap barang dan jasa, antara lain :

- Harga barang yang dituju
- Biaya produksi dan ongkos
- Tujuan produksi
- Teknologi yang digunakan
- Harga barang subsitusi
- Lain hal (factor sosial/politik)

Apabila terdapat perubahan harga barang yang dituju, sedangkan factor-faktor yang mempengaruhi penawaran seperti : biaya produksi dan ongkos, tujuan produksi , teknologi yang digunakan, harga barang subsitusi dan lain-lain hal tidak berubah. Maka penawaran akan ditentukan oleh harga, jadi besar kecilnya jumlah barang/jasa yang ditawarkan tergantung pada tinggi rendahnya harga. Menurut Alfred Marshall perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran disebut sebagai hukum penawaran.

4. Penentuan Harga Keseimbangan

Pengertian Keseimbangan Keseimangan Kesepakatan harga dimana penjual bersedia melepas sejmlh barang dgn harga tt yg bersedia dibayar konsumen

Macam-macam Metode Penentuan Harga

• Pendekatan Permintaan dan Penawaran (supply demand approach).
Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.
• Pendekatan Biaya (cost oriented approach).
Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.
• Pendekatan Pasar (market approach).
Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, sosial budaya, dan lain-lain.